Hubungan Paparan Short-Form Video dengan Kemampuan Regulasi Emosi Anak Usia Dini: Studi Kasus di Keluarga

Main Article Content

Denissa Syairahma
Nenden Sundari
Roby Naufal Arzaqi

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji hubungan antara paparan short-form video dengan kemampuan regulasi emosi anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan satu anak perempuan berusia 5–6 tahun (inisial EN) beserta orang tuanya yang bertempat tinggal di Kelurahan Kebon Sirih, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam semi-terstruktur, dan kajian dokumentasi selama dua bulan (Maret–April 2026). Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang mencakup tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek menggunakan short-form video selama ±5 jam per hari dengan frekuensi 5–8 kali akses, jauh melebihi rekomendasi IDAI. Tingginya paparan berkaitan dengan rendahnya kemampuan regulasi emosi, ditandai oleh: (1) kesulitan kontrol impuls dalam mengekspresikan keinginan; (2) respons emosional berlebihan berupa melempar benda saat akses dihentikan; dan (3) ketergantungan pada co-regulation orang tua untuk menenangkan diri. Meskipun demikian, anak masih memiliki potensi regulasi emosi dengan dukungan lingkungan yang konsisten. Penelitian merekomendasikan pembatasan durasi screen time, pendampingan aktif orang tua, dan penerapan pola pengasuhan yang terstruktur dalam pengelolaan media digital anak usia dini.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Syairahma, D., Sundari, N., & Naufal Arzaqi, R. (2026). Hubungan Paparan Short-Form Video dengan Kemampuan Regulasi Emosi Anak Usia Dini: Studi Kasus di Keluarga. Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(1), 2740–2754. https://doi.org/10.37985/murhum.v7i1.2319
Section
Articles

References

R. N. Arzaqi, D. Hendriawan, dan A. K. Rahayu, “Digital Game Development Strategy Based On Early Childhood Executive Function Skills,” Pratama Widya J. Pendidik. Anak Usia Dini, vol. 9, no. 2, hal. 136–148, 2024, doi: 10.25078/pw.v9i2.3769.

V. Rideout dan M. B. Robb, The Common Sense census: Media use by kids age zero to eight, 2020. San Francisco, CA: Common Sense Media, 2020. doi: 10.3886/ICPSR37491.v2.

E. J. Helsper, G. A. Veltri, dan S. Livingstone, “Parental mediation of children’s online risks: The role of parental risk perception, digital skills and risk experiences,” New Media Soc., vol. 27, no. 11, hal. 5986–6005, Nov 2025, doi: 10.1177/14614448241261945.

Y. (Linda) Reid Chassiakos et al., “Children and Adolescents and Digital Media,” Pediatrics, vol. 138, no. 5, Nov 2016, doi: 10.1542/peds.2016-2593.

D. Hill et al., “Media and Young Minds,” Pediatrics, vol. 138, no. 5, Nov 2016, doi: 10.1542/peds.2016-2591.

N. Laila dan R. T. Oktaviani, “Dampak Penggunaan Aplikasi TikTok terhadap Perkembangan Sosial dan Emosional Anak Usia Dini,” J. Pembelajaran dan Ilmu Pendidik., vol. 5, no. 3, hal. 189–194, Agu 2025, doi: 10.28926/jpip.v5i3.2192.

P. P. Sari, S. Sumardi, dan S. Mulyadi, “Pola Asuh Orang Tua terhadap Perkembangan Emosional Anak Usia Dini,” J. PAUD AGAPEDIA, vol. 4, no. 1, hal. 157–170, Agu 2020, doi: 10.17509/jpa.v4i1.27206.

L. Qotrunnada dan A. Darmiyanti, “Pengaruh Pola Asuh Permisif terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Usia Dini,” J. Pendidik. Anak Usia Dini, vol. 1, no. 3, hal. 13, Jun 2024, doi: 10.47134/paud.v1i3.565.

J. A. Emond, D. Carlson, G. Ballarino, dan S. E. Domoff, “Validating the problematic media use measure in preschool-aged children: Associations with children’s screen media use, bothersome pestering to use screen media, and emotional self-regulation.,” Technol. Mind, Behav., vol. 5, no. 3, hal. 137–145, 2024, doi: 10.1037/tmb0000135.

E. Swider-Cios, A. Vermeij, dan M. M. Sitskoorn, “Young children and screen-based media: The impact on cognitive and socioemotional development and the importance of parental mediation,” Cogn. Dev., vol. 66, no. 6, hal. 101319, Apr 2023, doi: 10.1016/j.cogdev.2023.101319.

R. R. Nurbani, Y. Fitriani, dan R. N. Arzaqi, “Implementasi Manajemen Ekstrakurikuler Tari dalam Pembentukan Karakter Nasionalisme,” Aulad J. Early Child., vol. 7, no. 3, hal. 974–987, Des 2024, doi: 10.31004/aulad.v7i3.859.

S. M. Coyne et al., “ABCs or attack–boom–crash? A longitudinal analysis of associations between media content and the development of problematic media use in early childhood.,” Technol. Mind, Behav., vol. 3, no. 4, hal. 516–523, 2022, doi: 10.1037/tmb0000093.

A. Hafid h, D. Pusparini, dan M. Musayyadah, “Bermain Balok untuk Regulasi Emosi Anak Usia Dini: Peran Pengajaran Emosi oleh Guru,” J. Obs. J. Pendidik. Anak Usia Dini, vol. 10, no. 1, hal. 141–147, Jan 2026, doi: 10.31004/obsesi.v10i1.7504.

H. N. Gymnastia, N. Sundari, dan E. A. Mashudi, “Dampak Co-Parenting Orang Tua terhadap Perkembangan Sosial-Emosional Anak Usia Dini : Sebuah Studi Kasus,” Aulad J. Early Child., vol. 8, no. 1, hal. 525–541, Apr 2025, doi: 10.31004/aulad.v8i1.1079.

M. Gavrilova dan N. Veraksa, “Not EF skills but play with real toys prevents screen time tantrums in children,” Front. Psychol., vol. 15, Jul 2024, doi: 10.3389/fpsyg.2024.1384424.

E. Salsabela, N. Sundari, dan R. N. Arzaqi, “Perkembangan Kemampuan Bahasa Reseptif Anak Usia 4-5 Tahun Melalui Penerapan Metode Read Aloud,” JEA (Jurnal Edukasi AUD), vol. 10, no. 1, hal. 37–45, Jun 2024, doi: 10.18592/jea.v10i1.11079.

M. D. Rahiem, “Orang Tua dan Regulasi Emosi Anak Usia Dini,” Aulad J. Early Child., vol. 6, no. 1, hal. 40–50, 2023, doi: 10.31004/aulad.v6i1.441.

M. Matang, K. Suryadi, C. Darmawan, L. Anggraeni, D. Riyanti, dan I. Hudi, “Generasi Kedua Digital Native: Janus Face Media Sosial dan Anomali Komunikasi,” Interak. J. Ilmu Komun., vol. 12, no. 1, hal. 109–124, Jun 2023, doi: 10.14710/interaksi.12.1.109-124.

L. Nguyen et al., “Feeds, feelings, and focus: A systematic review and meta-analysis examining the cognitive and mental health correlates of short-form video use.,” Psychol. Bull., vol. 151, no. 9, hal. 1125–1146, Sep 2025, doi: 10.1037/bul0000498.

J. W. Creswell dan J. D. Creswell, Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches - John W. Creswell, J. David Creswell - Google Books. 2018.

R. K. Yin, Case Study Research and Applications: Design and Methods. Thousand Oaks, CA: Sage Publications, 2018. [Daring]. Tersedia pada: https://cir.nii.ac.jp/crid/1970586434844156305

I. Korstjens dan A. Moser, “Series: Practical guidance to qualitative research. Part 4: Trustworthiness and publishing,” Eur. J. Gen. Pract., vol. 24, no. 1, hal. 120–124, Jan 2018, doi: 10.1080/13814788.2017.1375092.

M. Pebriani dan A. Darmiyanti, “Pengaruh Media Sosial terhadap Perkembangan Anak Usia Dini,” J. Pendidik. Anak Usia Dini, vol. 1, no. 3, hal. 9, Apr 2024, doi: 10.47134/paud.v1i3.556.

N. Qotrunnida, E. Supriatna, dan R. Naufal Arzaqi, “Penggunaan Chatbot Mela terhadap Peningkatan Kemampuan Kosa Kata Bahasa Indonesia Anak di RA Darul Mu’minin,” Murhum J. Pendidik. Anak Usia Dini, vol. 4, no. 1, hal. 448–459, Jul 2023, doi: 10.37985/murhum.v4i1.241.

N. A. Fatah, A. Shanie, M. Muhajirin, E. Y. U. Fatikah, L. Damayanti, dan N. Lutfiyah, “Analisis Peran Orang Tua dalam Pembentukan Regulasi Emosi Anak Usia Dini,” J. Kegur. dan Ilmu Pendidik., vol. 3, no. 4, hal. 140–149, 2025, doi: 10.61116/jkip.v3i4.827.

S. E. Domoff, A. L. Borgen, dan J. S. Radesky, “Interactional theory of childhood problematic media use,” Hum. Behav. Emerg. Technol., vol. 2, no. 4, hal. 343–353, Okt 2020, doi: 10.1002/hbe2.217.

J. A. Nainggolan, N. Sundari, dan E. A. Mashudi, “Penerapan Media Digital Wordwall dalam Mengembangkan Kemampuan Numerasi Anak Usia Dini,” Aulad J. Early Child., vol. 8, no. 3, hal. 1645–1660, Des 2025, doi: 10.31004/aulad.v8i3.1463.

R. Eirich, B. A. McArthur, C. Anhorn, C. McGuinness, D. A. Christakis, dan S. Madigan, “Association of Screen Time With Internalizing and Externalizing Behavior Problems in Children 12 Years or Younger,” JAMA Psychiatry, vol. 79, no. 5, hal. 393, Mei 2022, doi: 10.1001/jamapsychiatry.2022.0155.

Similar Articles

<< < 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>