Cooking class sebagai Media Transmisi Budaya: Pengenalan Makanan Tradisional Berbasis Pengalaman pada Anak Usia Dini

Main Article Content

Nurul Fauziah
Nadlifah Nadlifah
Siti Nurul Aprida
Nur Istiana Makarau

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan cooking class sebagai media transmisi budaya, peran orang tua dan guru, serta nilai karakter yang tampak dalam proses pengenalan makanan tradisional. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di TK Masyithoh II Sanansari, Kabupaten Bantul, yang melibatkan 57 anak, seorang kepala sekolah, dan empat orang tua sebagai narasumber. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cooking class merupakan program berkala yang dilaksanakan 10 kali setiap semester melalui kolaborasi sekolah dan orang tua. Transmisi budaya berlangsung melalui pengenalan bahan, demonstrasi pengolahan, interaksi verbal, dan keterlibatan anak dalam praktik memasak sederhana. Selama kegiatan, tampak perilaku yang berkaitan dengan tanggung jawab, kemandirian, kerja sama, dan kedisiplinan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa cooking class dapat memfasilitasi pengenalan budaya kuliner melalui pengalaman langsung. Kebaruan penelitian terletak pada penjelasan mekanisme transmisi budaya yang mengintegrasikan pengetahuan keluarga, pendampingan guru, dan partisipasi anak dalam pembelajaran berbasis budaya lokal.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Fauziah, N., Nadlifah, N., Nurul Aprida, S., & Istiana Makarau, N. (2026). Cooking class sebagai Media Transmisi Budaya: Pengenalan Makanan Tradisional Berbasis Pengalaman pada Anak Usia Dini. Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(2), 2108–2122. https://doi.org/10.37985/murhum.v7i2.2725
Section
Articles

References

S. W. P. Chaniago dan S. Agmasari, “Masakan Tradisional Indonesia Terancam Punah, Mengapa?,” Kompas.com, 2024. [Daring]. Tersedia pada: https://www.kompas.com/food/read/2024/02/05/111744575/masakan-tradisional-indonesia-terancam-punah-mengapa

S. Utami, “Kuliner Sebagai Identitas Budaya: Perspektif Komunikasi Lintas Budaya,” Cover. J. Strateg. Commun., vol. 8, no. 2, hal. 36–44, Mar 2018, doi: 10.35814/coverage.v8i2.588.

M. Muzakki dan P. Y. Fauziah, “Implementasi pembelajaran anak usia dini berbasis budaya lokal di PAUD full day school,” J. Pendidik. dan Pemberdaya. Masy., vol. 2, no. 1, hal. 39, Mar 2015, doi: 10.21831/jppm.v2i1.4842.

S. S. W. Syartika dan D. E. Delfi, “Pengembangan Informational Book untuk Pengenalan Budaya Minangkabau melalui Makanan Khas Pesisir Selatan,” J. Obs. J. Pendidik. Anak Usia Dini, vol. 6, no. 5, hal. 4803–4819, Jun 2022, doi: 10.31004/obsesi.v6i5.2728.

L. A. Shepard, W. R. Penuel, dan J. W. Pellegrino, “Using Learning and Motivation Theories to Coherently Link Formative Assessment, Grading Practices, and Large‐Scale Assessment,” Educ. Meas. Issues Pract., vol. 37, no. 1, hal. 21–34, Mar 2018, doi: 10.1111/emip.12189.

F. Lavelle et al., “Modern Transference of Domestic Cooking Skills,” Nutrients, vol. 11, no. 4, hal. 870, Apr 2019, doi: 10.3390/nu11040870.

Y. D. Putri dan N. Mahyuddin, “Pengaruh Kegiatan Cooking Class terhadap Perkembangan Kognitif Anak,” J. Obs. J. Pendidik. Anak Usia Dini, vol. 7, no. 4, hal. 4259–4266, Agu 2023, doi: 10.31004/obsesi.v7i4.5160.

N. Maharani, S. Istiyati, dan W. Palupi, “Kegiatan Cooking Class sebagai Upaya Pembiasaan Mengonsumsi Makanan Sehat pada Anak Usia 4-5 Tahun,” Kumara Cendekia, vol. 7, no. 3, hal. 338, Des 2019, doi: 10.20961/kc.v7i3.37614.

N. Nawangsih dan A. Isnaningsih, “Cooking Class Sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Makanan Bergizi Anak Usia 5-6 Tahun,” J. Educ. Res., vol. 5, no. 3, hal. 3481–3488, Agu 2024, doi: 10.37985/jer.v5i3.1426.

K. L. Vaughan, J. E. Cade, M. M. Hetherington, J. Webster, dan C. E. L. Evans, “The impact of school-based cooking classes on vegetable intake, cooking skills and food literacy of children aged 4–12 years: A systematic review of the evidence 2001–2021,” Appetite, vol. 195, hal. 107238, Apr 2024, doi: 10.1016/j.appet.2024.107238.

V. Anggraini et al., “Cultural Cooking as Parenting Pedagogy: Strengthening Father–Child Attachment in Early Childhood Education,” Al-Athfal J. Pendidik. Anak, vol. 11, no. 1, hal. 225–234, Jun 2025, doi: 10.14421/al-athfal.2024.111-14.

B. N. Astini dan M. Maisyaroh, “Pengenalan Makanan Tradisional Sasak dalam Pembelajaran Muatan Lokal di PAUD,” J. Educ. Res., vol. 4, no. 4, hal. 1902–1906, Nov 2023, doi: 10.37985/jer.v4i4.535.

D. Eka Putra dan D. Eliza, “Video Edukasi Gizi Berbasis Makanan Tradisional dalam Pengenalan Budaya Minangkabau,” J. Obs. J. Pendidik. Anak Usia Dini, vol. 7, no. 6, hal. 7977–7991, Des 2023, doi: 10.31004/obsesi.v7i6.5312.

A. S. Jamil, E. Rini, W. Astuti, dan R. Hani, “Pengembangan Pop Up Book Berbasis Kearifan Lokal : Media Edukasi Jajanan dan Minuman,” J. Caksana Pendidik. Anak Usia Dini, vol. 7, no. 2, hal. 201–215, 2024, doi: 10.31326/jcpaud.v7i2.

M. R. Susanti, R. Faizah, K. H. Fadhila, K. H. Fadhila, dan A. Khoiri, “Upaya Guru Dalam Pemanfaatan Makanan Tradisional Sebagai Sumber Belajar Berbasis Kearifan Lokal,” JIEEC (Journal Islam. Educ. Early Childhood), vol. 7, no. 1, hal. 36, Jan 2025, doi: 10.30587/jieec.v7i1.8862.

A. M. Afifah dan Mintarsih Arbarini, “Peran Pendidik dalam Mengembangkan Keterampilan Emosional Anak Usia Dini : Studi Kasus Kualitatif di PAUD Cahaya Rumah,” J. Obs. J. Pendidik. Anak Usia Dini, vol. 9, no. 5, hal. 1533–1544, Jun 2025, doi: 10.31004/obsesi.v9i5.7052.

J. S. Matthew B. Miles, A. Michael Huberman, Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. 2022. [Daring]. Tersedia pada: https://books.google.co.id/books?id=3CNrUbTu6CsC

Qisthina Hsb, Sri Wahyuni, dan Fakih Hakim Hasibuan, “Implementasi Model Pembelajaran Sentra Cooking Class dalam Mengembangkan Sikap Kemandirian Anak Usia Dini di RA Zu Tsaqif,” Khirani J. Pendidik. Anak Usia Dini, vol. 2, no. 3, hal. 194–207, Sep 2024, doi: 10.47861/khirani.v2i3.1293.

T. C. A. S. Difa, S. Komariah, dan M. N. A. Abdullah, “Peran Keluarga Piara sebagai Katalisator Transmisi Budaya dan Akselerasi Adaptasi Mahasiswa KKN di Ambon,” SENTRI J. Ris. Ilm., vol. 4, no. 9, hal. 1905–1917, Sep 2025, doi: 10.55681/sentri.v4i9.4241.

K. Laely dan S. Subiyanto, “Cooking Class Berbasis Kearifan Lokal Meningkatkan Motorik Halus Anak di Daerah Miskin,” J. Obs. J. Pendidik. Anak Usia Dini, vol. 4, no. 2, hal. 923, Mar 2020, doi: 10.31004/obsesi.v4i2.466.

R. Qodriyah dan N. Fauziyah, “Penerapan Kegiatan Cooking Class Berbasis Nilai Islam untuk Menanamkan Sikap Syukur dan Mandiri pada Anak di RA Muslimat NU 02 Kepuhteluk,” J. Stud. Tindakan Edukatif, vol. 1, no. 2, 2025, [Daring]. Tersedia pada: https://ojs.jurnalstuditindakan.id/jste/article/view/136

A. Widiyono dan E. Zumrotun, “Pembentukan Karakter Mandiri dan Tanggung Jawab Anak melalui Cooking Class di RA Imama Mijen Semarang,” Al-Hikmah Indones. J. Early Child. Islam. Educ., vol. 6, no. 1, hal. 44–55, Jun 2022, doi: 10.35896/ijecie.v6i1.268.

J. Jumaisah, “Efektivitas Pembelajaran Kontekstual Melalui Cooking Class untuk Pembentukan Karakter Anak Usia Dini,” PERISKOP J. Sains dan Ilmu Pendidik., vol. 3, no. 1, hal. 28–36, Mei 2022, doi: 10.58660/periskop.v3i1.37.

Similar Articles

<< < 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)