Optimalisasi Komunikasi Interkultural Berbasis Kearifan Lokal dalam Pencegahan Stunting melalui Penggunaan Bahasa Daerah

Main Article Content

Suci Dwi Yanti
Venia Oktafiani

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan model komunikasi interkultural berbasis kearifan lokal untuk pencegahan stunting di Kolaka Timur melalui penggunaan bahasa lokal dalam komunikasi kesehatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi melalui wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD), dan observasi partisipatif. Populasi penelitian ini mencakup masyarakat Kolaka Timur, termasuk tenaga kesehatan (bidan dan kader posyandu), ibu PKK, dan tokoh masyarakat dari berbagai suku (Tolaki, Bugis, Jawa). Pemilihan sampel dilakukan secara purposive dengan memilih informan yang memiliki pengetahuan atau pengalaman terkait pencegahan stunting. Jumlah informan yang terlibat adalah 30 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa lokal meningkatkan pemahaman masyarakat tentang stunting serta mengurangi miskonsepsi terkait penyebab dan dampaknya. Strategi pencegahan, seperti pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal dan edukasi keluarga, lebih efektif ketika disampaikan menggunakan bahasa yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Namun, tantangan masih ditemukan berupa miskonsepsi pada sebagian tokoh masyarakat serta hambatan sosial-ekonomi dan budaya yang memengaruhi efektivitas program. Oleh karena itu, penguatan komunikasi berbasis bahasa dan kearifan lokal penting dilakukan untuk mendukung keberlanjutan pencegahan stunting.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Dwi Yanti, S., & Oktafiani, V. (2026). Optimalisasi Komunikasi Interkultural Berbasis Kearifan Lokal dalam Pencegahan Stunting melalui Penggunaan Bahasa Daerah. Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(1), 1897–1904. https://doi.org/10.37985/murhum.v7i1.1701
Section
Articles

References

W. H. Organization, “Levels and Trends in Child Malnutrition.” World Health Organization, 23 Mei 2023. [Daring]. Tersedia pada: https://www.who.int/publications/i/item/9789240073791

A. Ndagijimana et al., “Childhood stunting is highly clustered in Northern Province of Rwanda: A spatial analysis of a population-based study,” Heliyon, vol. 10, no. 2, hal. e24922, Jan 2024, doi: 10.1016/j.heliyon.2024.e24922.

K. K. RI, “Survei Status Gizi Indonesia (SSGI).” 2023. [Daring]. Tersedia pada: https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/hasil-ski-2023/

R. E. Black et al., “Maternal and child undernutrition and overweight in low-income and middle-income countries,” Lancet, vol. 382, no. 9890, hal. 427–451, Agu 2013, doi: 10.1016/S0140-6736(13)60937-X.

D. Wahyuni dan R. Fithriyana, “Pengaruh Sosial Ekonomi dengan Kejadian Stunting pada Balita di Desa Kualu Tambang Kampar,” PREPOTIF J. Kesehat. Masy., vol. 4, no. 1, hal. 20–26, Apr 2020, doi: 10.31004/prepotif.v4i1.539.

W. H. Organization, World health statistics 2022: monitoring health for the SDGs, sustainable development goals. Geneva, 2022. [Daring]. Tersedia pada: https://www.who.int/publications/i/item/9789240051157

P. Selva dan T. K. Karjoso, “Socio-Cultural Links With Stunting Incidents,” J. Univ. Pahlawan, vol. 4, no. 3, hal. 3364–3377, 2023, doi: 10.31004/jkt.v4i3.17874.

S. D. Yanti et al., “Pemberdayaan Kader Posyandu Desa Barangka Untuk Penanggulangan Stunting Melalui Pelatihan Pengolahan Makanan Bergizi Tinggi: Cookies Singkong, Candy Kelor, Dan Abon Ikan Tongkol,” J. Community Dev. J. J. Pengabdi. Masy., vol. 5, no. 1, hal. 2244–2248, 2024, doi: 10.31004/cdj.v5i1.26957.

B. C. Schouten, L. Manthey, dan C. Scarvaglieri, “Teaching intercultural communication skills in healthcare to improve care for culturally and linguistically diverse patients,” Patient Educ. Couns., vol. 115, hal. 107890, Okt 2023, doi: 10.1016/j.pec.2023.107890.

M. C. Ramafikeng dan E. Marshall, “Navigating language discordance in public health care in rural South Africa: a qualitative descriptive study of occupational therapists’ perspectives,” BMC Health Serv. Res., vol. 23, no. 1, hal. 867, Agu 2023, doi: 10.1186/s12913-023-09658-3.

R. M. Branch, Instructional design: The ADDIE approach. Springer, 2018. [Daring]. Tersedia pada: https://books.google.co.id/books?id=mHSwJPE099EC

A. B. Olani, A. B. Olani, T. B. Muleta, D. H. Rikitu, dan K. G. Disassa, “Impacts of language barriers on healthcare access and quality among Afaan Oromoo-speaking patients in Addis Ababa, Ethiopia,” BMC Health Serv. Res., vol. 23, no. 1, hal. 39, Jan 2023, doi: 10.1186/s12913-023-09036-z.

K. Aelbrecht, L. Hanssens, J. Detollenaere, S. Willems, M. Deveugele, dan P. Pype, “Determinants of physician–patient communication: The role of language, education and ethnicity,” Patient Educ. Couns., vol. 102, no. 4, hal. 776–781, Apr 2019, doi: 10.1016/j.pec.2018.11.006.

A. Asriani, S. D. Yanti, Vergina Anggraini Abrar, dan Nurul Fajriah Istiqomah, “Review of Risk Management and Patient Safety in the Context of Hospital Quality Management: Literature Review,” Int. J. Sci. Technol. Heal., vol. 2, no. 1, hal. 1–7, Jun 2025, doi: 10.63441/ijsth.v2i1.20.

N. Tafesse et al., “Clinical ethical practice and associated factors in healthcare facilities in Ethiopia: a cross-sectional study,” BMC Med. Ethics, vol. 23, no. 1, hal. 61, Jun 2022, doi: 10.1186/s12910-022-00800-0.

Y. Zhao, N. Segalowitz, A. Voloshyn, E. Chamoux, dan A. G. Ryder, “Language Barriers to Healthcare for Linguistic Minorities: The Case of Second Language-specific Health Communication Anxiety,” Health Commun., vol. 36, no. 3, hal. 334–346, Feb 2021, doi: 10.1080/10410236.2019.1692488.

D. Krystallidou, W. Langewitz, dan M. van den Muijsenbergh, “Multilingual healthcare communication: Stumbling blocks, solutions, recommendations,” Patient Educ. Couns., vol. 104, no. 3, hal. 512–516, Mar 2021, doi: 10.1016/j.pec.2020.09.015.

D. B. Rahut, R. Mishra, dan S. Bera, “Geospatial and environmental determinants of stunting, wasting, and underweight: Empirical evidence from rural South and Southeast Asia,” Nutrition, vol. 120, hal. 112346, Apr 2024, doi: 10.1016/j.nut.2023.112346.

U. N. Migration, World Migration Report. Geneva: International Organization for Migration, 2022. [Daring]. Tersedia pada: https://icsfarchives.net/16982/

A. Ochi dan Y. Saidi, “Socio-economic inequalities and their impact on children’s health and nutrition in Tunisia using generalized entropy measures,” Reg. Sci. Policy Pract., vol. 16, no. 6, hal. 100034, Jun 2024, doi: 10.1016/j.rspp.2024.100034.

M. Figueroa dan J. Hofhuis, “Are some individuals more susceptible to intercultural education than others? Multicultural personality predicts the effects of an intercultural training on cultural intelligence,” Int. J. Intercult. Relations, vol. 98, hal. 101927, Jan 2024, doi: 10.1016/j.ijintrel.2023.101927.

Similar Articles

<< < 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.