Analisis Dinamika Pengalaman Profesional Guru Laki-laki di Tengah Stereotip Gender pada Pendidikan Anak Usia Dini

Main Article Content

Suci Utami Putri
Khairunisa Al-Izzati Kusuma

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika stereotip gender terhadap profesi guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), mengkaji pembentukan dan perkembangan pengalaman profesional guru laki-laki, serta memahami pengaruh stereotip gender terhadap keberadaan guru laki-laki dalam perjalanan kariernya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek utama penelitian adalah seorang guru laki-laki PAUD, sedangkan informan pendukung merupakan rekan sejawat yang berinteraksi langsung dengannya dalam kegiatan pembelajaran. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profesi guru PAUD masih dipersepsikan sebagai pekerjaan yang identik dengan perempuan sehingga guru laki-laki menghadapi stereotip terkait maskulinitas, kesesuaian profesi, dan tanggung jawab ekonomi keluarga. Meskipun demikian, responden mampu mengembangkan strategi adaptasi dan negosiasi identitas profesional melalui peningkatan kompetensi, keterlibatan dalam pengembangan kurikulum, serta kerja sama positif dengan rekan kerja. Selain itu, responden memberikan kontribusi khas dalam pembelajaran melalui aktivitas fisik, permainan, dan kehadiran figur laki-laki bagi anak. Temuan menunjukkan bahwa stereotip gender menjadi tantangan sekaligus faktor yang membentuk identitas profesional dan kebertahanan guru laki-laki dalam profesi PAUD.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Utami Putri, S., & Al-Izzati Kusuma, K. (2026). Analisis Dinamika Pengalaman Profesional Guru Laki-laki di Tengah Stereotip Gender pada Pendidikan Anak Usia Dini. Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(2), 2043–2056. https://doi.org/10.37985/murhum.v7i2.2719
Section
Articles

References

Y. Withasari, “Pengenalan Peran Gender Pada Anak Usia 4-6 Tahun di PAUD Al-Kindi Preschool Pangkalpinang,” Sustain. J. Kaji. Mutu Pendidik., vol. 6, no. 2, hal. 493–499, Des 2023, doi: 10.32923/kjmp.v6i2.3987.

R. A. Maulana, E. Kurniati, dan H. Yulindrasari, “Apa yang Menyebabkan Rendahnya Keberadaan Guru Laki-Laki di PAUD?,” JIV-Jurnal Ilm. Visi, vol. 15, no. 1, hal. 23–32, Jun 2020, doi: 10.21009/JIV.1501.3.

E. R. Dianita, “Stereotip Gender Dalam Profesi Guru Pendidikan Anak Usia Dini,” genius, vol. 1, no. 2, hal. 87–105, Des 2020, doi: 10.35719/gns.v1i2.20.

S. Moosa dan D. Bhana, “Men teaching young children: ‘you can never be too sure what their intentions might be,’” Oxford Rev. Educ., vol. 46, no. 2, hal. 169–184, Mar 2020, doi: 10.1080/03054985.2019.1644995.

B. Rachman, Y. K. S. Pranoto, dan A. Formen, “Faktor Minat Laki-Laki Memilih Profesi Guru PAUD,” J. Obs. J. Pendidik. Anak Usia Dini, vol. 6, no. 5, hal. 4735–4744, Jun 2022, doi: 10.31004/obsesi.v6i5.2701.

P. A. Putri, V. Adriany, H. Yulindrasari, dan T. Dahlan, “Male And Female Teachers’ Perspectives on Gender Roles In Early Childhood Education,” J. Pendidik. Anak, vol. 13, no. 2, hal. 158–166, Jul 2024, doi: 10.21831/jpa.v13i2.447.

R. Putri, Asep Kurnia Jayadinata, Risty Justicia, dan Dhea Ardiyanti, “Resilience of Male Early Childhood Education Teachers,” G-Couns J. Bimbing. dan Konseling, vol. 10, no. 01, hal. 221–237, Agu 2025, doi: 10.31316/g-couns.v10i01.8251.

L. H. Siregar, S. J. Hasibuan, dan A. Nasution, “Perempuan dan Pendidikan: Studi Historis-Kritis Dari Zaman Klasik Hingga Modern Dalam Konteks Pendidikan Islam,” Albayan J. Islam Muslim Soc., vol. 2, no. 02, hal. 170–186, 2025, [Daring]. Tersedia pada: https://journal.tabayanu.com/index.php/ajims/article/view/210

V. N. Sari, “Studi Literatur Keterlibatan Guru Laki-Laki Dalam Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD),” J. Pengabdi. Masy. dan Ris. Pendidik., vol. 3, no. 4, hal. 2569–2575, Mei 2025, doi: 10.31004/jerkin.v3i4.663.

A. Y. Effendi, “Perempuan Profesional: Resistensi Jurnalis, Guru, dan Pegawai terhadap Bias Gender di Tempat Kerja,” J. Ilm. Sosiol. Agama, vol. 9, no. 1, hal. 139, Feb 2026, doi: 10.30829/jisa.v9i1.28006.

N. Pancaningrum dan P. Pasiningsih, “Persepsi Calon Guru dan Guru Laki-Laki sebagai Minoritas Gender di Pendidikan Anak Usia Dini,” J. Obs. J. Pendidik. Anak Usia Dini, vol. 7, no. 2, hal. 1320–1332, Mar 2023, doi: 10.31004/obsesi.v7i2.3769.

P. Harianti, S. Suyadi, H. Heldanita, dan I. Kurniat, “Peran dan Tantangan Guru Laki-Laki dalam Pendidikan Anak Usia Dini: Sebuah Kajian Kualitatif,” J. Obs. J. Pendidik. Anak Usia Dini, vol. 9, no. 6, hal. 3327–3335, Des 2025, doi: 10.31004/obsesi.v9i6.7651.

R. Wahyudi dan L. Fajriyah, “Persepsi Orang Tua Terhadap Pelayanan Anak Berdasarkan Gender Guru,” J. Child. Educ. Dev. Parent., vol. 3, no. 1, 2025, doi: 10.28926/bocil.v3i1.2235.

I. D. Selvi, S. Suyadi, R. Ro’fah, dan S. Purnama, “Negotiating Masculinity in Early Childhood Education: Relational Authority and Workforce Diversification among Male Teachers in Indonesia,” Al-Athfal J. Pendidik. Anak, vol. 11, no. 2, hal. 321–336, Des 2025, doi: 10.14421/al-athfal.2025.112-05.

A. S. M. Syam dan S. Sulfianita, “Breaking Stereotypes: Male Teachers’ Perspectives on Gender Roles in Early Childhood Education,” Edukasi J. Pendidik. dan Pengajaran, vol. 12, no. 2, hal. 580–592, Agu 2025, doi: 10.19109/1c4sqe12.

A. A. M. Ardiansyah dan S. Saqjuddin, “Gender equality in early childhood education: a literature review of global practices and challenges,” J. E-MAS (Edukasi dan Pembelajaran Anak Usia Dini), vol. 1, no. 2, hal. 22–35, 2025, doi: 10.64690/e-mas.v1i2.240.

H. Sigmundsson, A. Dybfest Eriksen, G. S. Ofteland, dan M. Haga, “Gender Gaps in Letter-Sound Knowledge Persist Across the First School Year,” Front. Psychol., vol. 9, no. MAR, Mar 2018, doi: 10.3389/fpsyg.2018.00301.

F. T. Hana dan M. Y. Nara, “Identitas Gender Anak dalam Bingkai Komunikasi Orang Tua di Kota Kupang,” J. Communio J. Jur. Ilmu Komun., vol. 10, no. 1, hal. 27–38, Mar 2021, doi: 10.35508/jikom.v10i1.3772.

R. Pujianti, S. Sumardi, dan S. Mulyadi, “Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia 5-6 Tahun Selama Pembelajaran Jarak Jauh Di Raudhatul Athfal,” As-Sibyan J. Pendidik. Anak Usia Dini, vol. 6, no. 2, hal. 117–126, 2021, doi: 10.32678/assibyan.v6i2.9843.

A. T. Meland, E. H. Kaltvedt, dan E. Reikerås, “Toddlers Master Everyday Activities in Kindergarten: A Gender Perspective,” Early Child. Educ. J., vol. 44, no. 4, hal. 349–358, Jul 2016, doi: 10.1007/s10643-015-0718-1.

S. Al Baqi, “Penguatan Identitas Gender pada Siswa Laki-laki Melalui Kehadiran Guru Laki-laki di Tingkat PAUD,” Martabat J. Peremp. dan Anak, vol. 5, no. 2, hal. 289–309, Des 2021, doi: 10.21274/martabat.2021.5.2.289-309.

Similar Articles

<< < 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.