Peningkatan Indra Peraba Anak melalui Kegiatan Sensori (Mystery Box) Berbasis Pembelajaran Bermain pada Anak Usia Dini

Main Article Content

Lulu Nur Mazidah
Andi Ali Kisai
Aip Syarifudin

Abstract

Kemampuan indra peraba anak usia dini perlu distimulasi melalui pengalaman belajar langsung agar anak mampu mengenali tekstur, bentuk, dan sifat benda di lingkungan sekitarnya. Namun, hasil pengamatan awal di Kober Nurussa’adah Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon menunjukkan bahwa kemampuan indra peraba anak usia 3–4 tahun masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan indra peraba anak melalui kegiatan sensori Mystery Box. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 15 anak usia 3–4 tahun, terdiri atas 9 anak laki-laki dan 6 anak perempuan. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, catatan lapangan, dan diskusi reflektif dengan guru kelas, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan indra peraba anak dari rata-rata 1,50 atau 37,15% pada pra-tindakan dengan kategori Belum Berkembang, menjadi 1,96 atau 49,08% pada siklus I dengan kategori Mulai Berkembang, dan mencapai 2,68 atau 66,92% pada siklus II dengan kategori Berkembang Sesuai Harapan. Kegiatan sensori Mystery Box meningkatkan keberanian, fokus, kemampuan membedakan tekstur, mengenali benda melalui rabaan, serta kemampuan anak mengungkapkan hasil rabaan secara sederhana.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Nur Mazidah, L., Ali Kisai, A., & Syarifudin, A. (2026). Peningkatan Indra Peraba Anak melalui Kegiatan Sensori (Mystery Box) Berbasis Pembelajaran Bermain pada Anak Usia Dini. Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(2), 1275–1288. https://doi.org/10.37985/murhum.v7i2.2580
Section
Articles

References

Y. Yulia, E. Suryana, dan Z. Zulhijrah, “Perkembangan Masa Anak Usia Dini dan Implikasinya dalam Pendidikan Islam,” Murhum J. Pendidik. Anak Usia Dini, vol. 6, no. 1, hal. 887–897, Jun 2025, doi: 10.37985/murhum.v6i1.1274.

R. Rosiyanah, Y. Yufiarti, dan S. M. Meilani, “Pengembangan Media Stimulasi Sensori Anak Usia 4-6 Tahun Berbasis Aktivitas Bermain Tujuh Indera,” J. Obs. J. Pendidik. Anak Usia Dini, vol. 5, no. 1, hal. 941–956, Sep 2020, doi: 10.31004/obsesi.v5i1.758.

N. H. Tanawali, H. Nur, dan K. Zainuddin, “Peningkatan Kemampuan Taktil Anak Autis melalui Terapi Sensori Integrasi,” J. Psikol. Talent., vol. 3, no. 2, hal. 64, Mar 2018, doi: 10.26858/talenta.v3i2.6528.

L. Catherine, B. Javier, dan G. Francisco, “Four Pillars of the Montessori Method and Their Support by Current Neuroscience,” Mind, Brain, Educ., vol. 14, no. 4, hal. 322–334, Nov 2020, doi: 10.1111/mbe.12262.

C. Marshall, “Montessori education: a review of the evidence base,” npj Sci. Learn., vol. 2, no. 1, hal. 11, Okt 2017, doi: 10.1038/s41539-017-0012-7.

Y. Suhaeni, A. A. Kisai, dan M. A. Syarif, “Peningkatan Kemampuan Pengenalan Bilangan 1-10 melalui Media Bowling Modifikasi Berbasis Bermain pada Anak Usia Dini,” Murhum J. Pendidik. Anak Usia Dini, vol. 7, no. 1, hal. 1737–1748, 2026, doi: 10.37985/murhum.v7i1.2185.

S. N. Jaoza dan A. S. Kanda, “Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini Bagi Tumbuh Kembang Anak,” Glob. Leadersh. Organ. Res. Manag., vol. 2, no. 2, hal. 01–09, Jan 2024, doi: 10.59841/glory.v2i2.871.

C. K. Atmadja dan H. P. Utomo, “Meningkatkan Stimulasi Anak Usia Dini pada Olifant School Yogyakarta melalui Indra Penglihatan dan Peraba,” JAUR (JOURNAL Archit. Urban. Res., vol. 8, no. 2, hal. 233–241, 2025, doi: 10.31289/jaur.v8i2.11896.

L. Fajeri, L. Berlian, dan L. Tunjung Biru, “Pengaruh Model Pembelajaran Tipe Talking Stick Berbantuan Media Mystery Box Terhadap Hasil Belajar Siswa Tema Sistem Sonar Pada Hewan,” PENDIPA J. Sci. Educ., vol. 7, no. 2, hal. 150–157, Jun 2023, doi: 10.33369/pendipa.7.2.150-157.

K. Foitzik dan T. Brown, “Relationship Between Sensory Processing and Sleep in Typically Developing Children,” Am. J. Occup. Ther., vol. 72, no. 1, hal. 7201195040p1-7201195040p9, Jan 2018, doi: 10.5014/ajot.2018.027524.

Maemonah, Ani Oktarina, “Filsafat Pendidikan Maria Montessori dengan Teori Belajar Progresivisme dalam Pendidikan AUD,” Bunayya J. Pendidik. Anak, vol. 6, no. 2, hal. 64, Jun 2020, doi: 10.22373/bunayya.v6i2.7277.

J. Xi dan J. P. Lantolf, “Scaffolding and the zone of proximal development: A problematic relationship,” J. Theory Soc. Behav., vol. 51, no. 1, hal. 25–48, Mar 2021, doi: 10.1111/jtsb.12260.

T. Sensussiana, M. D. Listiyanawati, dan D. Vioneery, “The effect of Magic Box Play Therapy (Mystery Box) on the Laguage Development of Children Aged 4-5 tahun,” MEDIA ILMU Kesehat., vol. 14, no. 1, hal. 91–97, Apr 2025, doi: 10.30989/mik.v14i1.1485.

D. Fitriani, I. Indriyani, dan A. F. Rosyadi, “Pengaruh Penerapan APE Terhadap Kemampuan Mengenal Konsep Bilangan Pada Anak Kelompok A Di Ra Iqra’ Sabila Kota Jambi,” Innov. J. Soc. Sci. Res., vol. 3, no. 2, hal. 11525–11533, 2023, [Daring]. Tersedia pada: https://j-innovative.org/index.php/Innovative/article/view/1691

V. Veryawan, M. Tan, dan S. Syarfina, “Kegiatan Bermain Kotak Ajaib (Magic Box) dalam Upaya Meningkatkan Kemampuan Sains Anak Usia Dini,” Yaa Bunayya J. Pendidik. Anak Usia Dini, vol. 5, no. 1, hal. 44–52, 2021, doi: 10.24853/yby.5.1.44-52.

R. S. Ilmiyah, M. Qori’ah, dan V. W. Andriani, “Pengaruh Sensory Play Box terhadap Kemampuan Motorik Halus Anak,” Yaa Bunayya J. Pendidik. Anak Usia Dini, vol. 8, no. 2, hal. 152, Nov 2024, doi: 10.24853/yby.8.2.152-158.

E. Tedeschi, “Providing Preschool Classrooms With Sensory Kits to Measure the Effectiveness of Sensory Input on Motor Functioning and Sensory Integration,” Missouri State University, Springfield, Missouri, 2025. [Daring]. Tersedia pada: https://bearworks.missouristate.edu/theses/4123/

J. Alfadhilah, “Filsafat Pendidikan Anak Usia Dini Menurut Jean Piaget,” Alzam J. Islam. Early Child. Educ., vol. 5, no. 1, hal. 94–111, Jun 2025, doi: 10.51675/alzam.v5i1.1092.

F. H. Pakpahan dan M. Saragih, “Theory Of Cognitive Development By Jean Piaget,” J. Appl. Linguist., vol. 2, no. 2, hal. 55–60, Jul 2022, doi: 10.52622/joal.v2i2.79.

H. Insani, “Strategi Efektif untuk Meningkatkan Keterampilan Berbahasa pada Anak Usia Dini Pemalu Melalui Pendekatan Teori Zona Perkembangan Proksimal (ZPD) Vygotsky,” J. Pendidik. Anak Usia Dini, vol. 2, no. 2, hal. 14, Des 2024, doi: 10.47134/paud.v2i2.1272.

P. Utomo, N. Asvio, dan F. Prayogi, “Metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK): Panduan Praktis untuk Guru dan Mahasiswa di Institusi Pendidikan,” Pubmedia J. Penelit. Tindakan Kelas Indones., vol. 1, no. 4, hal. 19, Jul 2024, doi: 10.47134/ptk.v1i4.821.

S. Arikunto, Prosedur Penelitian : suatu pendekatan praktik. Jakarta: PT Rineka Cipta, 2020.

I. Inanna, Metodologi Penelitian: Ragam, Instrumen, Dan Pelaporan, Cetakan Pe. Tahta Media Group, 2024. [Daring]. Tersedia pada: https://tahtamedia.co.id/index.php/issj/article/view/1092

H. Hardani, N. H. Auliya, dan H. Andriani, Metode Penelitian Kualitatif & Kuantitatif. Yogyakarta: CV. Pustaka Ilmu, 2020. [Daring]. Tersedia pada: https://books.google.co.id/books?id=qijKEAAAQBAJ

S. Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. 2020.

W. Y. Anggini, D. D. Harmoko, dan A. Bakhtiar, “Preparing Pre School–Children with Sensorial and Practical Life Class,” Res. Dev. J. Educ., vol. 10, no. 2, hal. 930, Okt 2024, doi: 10.30998/rdje.v10i2.25217.

Similar Articles

<< < 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)