Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dalam Membentuk Identitas dan Karakter Anak Generasi Alpha

Main Article Content

Nuning Dwi Praningtyas
Muhammad Tareh Aziz
Aisyah Durrotun Nafisah

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dalam membentuk identitas dan karakter anak Generasi Alpha di tengah arus transformasi digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi untuk memahami pengalaman subjektif guru dalam menerapkan KBC. Penelitian dilaksanakan di KB Aisyiyah, Kelurahan Kalitegah, Kabupaten Lamongan, melibatkan dua orang guru sebagai informan yang dipilih secara purposive berdasarkan keterlibatan langsung dalam penerapan KBC. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, dianalisis reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data dijaga melalui member check dan triangulasi. Hasil menunjukkan implementasi KBC berfokus pada hubungan emosional yang hangat dan empatik sebagai respons terhadap krisis identitas dan penurunan moral akibat ketergantungan gadget dan tren media sosial, serta terbukti meningkatkan kepercayaan diri, empati, dan kesadaran moral anak. Pendekatan ini menjadi respons terhadap munculnya gejala krisis identitas dan penurunan moral pada anak, yang dipengaruhi oleh perubahan sosial, penggunaan gadget, serta kecenderungan mengikuti tren tanpa pemahaman nilai. Penelitian ini berkontribusi menunjukkan bahwa KBC efektif diterapkan pada jenjang pendidikan anak usia dini, bukan hanya madrasah formal, dalam membangun identitas Generasi Alpha.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Dwi Praningtyas, N., Tareh Aziz, M., & Durrotun Nafisah, A. (2026). Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dalam Membentuk Identitas dan Karakter Anak Generasi Alpha. Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(1), 2640–2654. https://doi.org/10.37985/murhum.v7i1.2229
Section
Articles

References

F. Al Mahmudi dan A. P. Bungsu, “Al-Ghazali dan komunikasi pendidikan Islam: Jalan menuju insan kamil,” Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam, vol. 23, no. 2, hlm. 169–186, 2025, doi: 10.52266/kreatif.v23i2.4886.

P. N. Hidayah, “Dekonstruksi Pendidikan Progresif Perspektif Filsafat Islam: Menjawab Tantangan Dehumanisasi Pendidikan Kontemporer,” Al-Qarawiyyin: Jurnal Ilmu Ushuluddin, vol. 1, no. 3, hlm. 157–175, 2025, doi: 10.64691/al-qarawiyyin.v1i3.47.

M. Abrori, N. K. Saffana, dan F. Fadli, “Transformasi Kualitas Pendidikan Islam Melalui Penanaman Budaya Islami yang Mendalam dan Berkelanjutan,” Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, vol. 10, no. 2, hlm. 300–317, 2024, doi: 10.36989/didaktik.v10i2.2909.

L. Hidayati dan I. Maula, “Peradaban Pesantren Sebagai Model Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta:(Analisis Terhadap Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 Tentang Panduan Kurikulum Berbasis Cinta),” QALAM: Jurnal Pendidikan Islam, vol. 6, no. 02, hlm. 49–59, 2025, doi: 10.57210/qalam.v6.i02.240.

A. Afryansyah dan M. Sirozi, “Pendidikan humanis melalui internalisasi kurikulum berbasis cinta di Madrasah Aliyah Negeri,” Intelektual: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman, vol. 15, no. 2, hlm. 343–358, 2025, doi: 10.33367/ji.v15i2.7484.

M. H. Taabudillah, H. Muslim, dan M. S. Habibi, “Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta Melalui Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning): Pembelajaran Pendidikan Agama Islam,” Sosiotekno: Jurnal Ilmu Sosial dan Teknologi, vol. 1, no. 1, hlm. 34–41, 2026, doi: 10.59064/sosiotekno.v1i1.108.

L. Fahrurrosi, V. L. Maskuro, dan M. Zaironi, “Analisis Penguatan Karakter Dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC),” Jurnal Al-Fatih, vol. 9, no. 1, hlm. 107–134, 2026, doi: 10.61082/alfatih.v9i1.646.

A. A. Rofiq, A. A. Ikhwan, dan R. A. MZ, “Internalisasi Nilai Mahabbah dalam Kurikulum PAI untuk Mencegah Dehumanisasi di Era Society 5.0,” Indonesian Journal of Humanities and Social Sciences, vol. 7, no. 1, hlm. 251–266, 2026, doi: 10.33367/ijhass.v7i1.9154.

A. S. Aglesia, L. Asha, dan F. Fakhruddin, “Humanistic education Management: A comparative Analysis of Indonesia’s KBC and Singapore’s CCE,” JIEM (Journal of Islamic Education Management), vol. 9, no. 2, hlm. 142–149, 2025, doi: 10.24235/jiem.v9i2.22642.

A. Wahid, T. Ningsih, dan M. S. Yahya, “Problematika Pendidikan Karakter di Tengah Arus Modernitas,” Pedagogik Journal of Islamic Elementary School, vol. 8, no. 3, hlm. 1225–1237, 2025, doi: 10.24256/pijies.v8i3.8654.

W. P. Sari, A. Zainuri, dan S. Annur, “Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta Di SMA Islam Az-Zahrah Palembang Dalam Perspektif Filsafat Dan Sosiologi Pendidikan Islam,” Al-I’tibar: Jurnal Pendidikan Islam, vol. 12, no. 3, hlm. 217–222, 2025, doi: 10.30599/fqhs9z50.

D. Maulana, M. I. A. Ibnaz, dan F. A. Nabilah, “Teori Perenealisme dalam Kurikulum Berbasis Cinta untuk Mengembangkan Mata Pelajaran Bahasa Indonesia,” Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi, vol. 6, no. 1, 2026, doi: 10.59818/jpi.v6i1.2509.

D. N. Halimi, M. Mursalim, dan U. Yusufa, “Transformasi Nilai-Nilai Spiritual Ibnu’Arabi Dalam Kitab Al-Futūḥāt al-Makkiyyah Pada Kehidupan Kontemporer,” RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business, vol. 4, no. 4, hlm. 9513–9519, 2026, doi: 10.31004/riggs.v4i4.4809.

A. R. Suryana, R. Rohanda, dan A. Kodir, “Membangun Paradigma Ilmu Berbasis Etika Cinta: Kajian Filsafat Ilmu pada Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi,” Jurnal Pendidikan Bahasa, vol. 16, no. 1, hlm. 70–76, 2026, doi: 10.37630/jpb.v16i1.4004.

A. Rifa’i, “Menyelaraskan Epistemologi dan Ontologi Menuju Aksiologi: Membangun Ilmu Pengetahuan Berbasis Nilai Kebaikan, Keindahan, dan Kasih Sayang,” Jurnal Indragiri Penelitian Multidisiplin, vol. 5, no. 3, hlm. 50–57, 2025, doi: 10.58707/jipm.v5i3.1268.

K. Mawaddah, “Gerakan Pendidikan Muhammadiyah Berbasis Kurikulum Cinta,” ABATA: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, vol. 6, no. 1, hlm. 173–197, 2026, doi: 10.32665/abata.v6i1.6253.

F. A. Nazhan, R. P. Rahayu, dan M. Parhan, “Relasi ilmu dan moral: Peran ilmuwan dalam membangun peradaban manusia,” Jurnal Education and Development, vol. 13, no. 1, hlm. 73–80, 2025, doi: 10.37081/ed.v13i1.6577.

K. D. Sahara, R. Lukitasari, dan S. Maulana, “Pola Komunikasi Generasi Alpha di Tengah Pesatnya Transformasi Teknologi Digital,” dalam Prosiding Seminar Nasional Ilmu Ilmu Sosial (SNIIS), 2024, hlm. 1120–1128. Diakses: 30 April 2026. [Daring]. Tersedia pada: https://proceeding.unesa.ac.id/index.php/sniis/article/view/3835

Y. W. Saputri, S. Rhodinia, dan B. Setiawan, “Dampak globalisasi terhadap perubahan gaya hidup di Indonesia,” Maximal Journal: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya Dan Pendidikan, vol. 1, no. 5, hlm. 208–217, 2024, doi: 10.30821/lokakarya.v4i2.4954.

I. Isabella, A. Iriyani, dan D. P. Lestari, “Literasi digital sebagai upaya membangun karakter masyarakat digital,” Jurnal Pemerintahan Dan Politik, vol. 8, no. 3, hlm. 167–172, 2023, doi: 10.36982/jpg.v8i3.3236.

A. Ridoi, “Strategi Dakwah Pada Generasi Alfa: Menumbuhkan Imunitas Kognitif Dari Pengaruh Nilai-Nilai Liberal,” Tanzhim: Jurnal Dakwah Terprogram, vol. 4, no. 1, hlm. 147–170, 2026, doi: 10.55372/tanzhim.v4i1.61.

S. Haikal, M. Rahmat, dan M. R. F. Islamy, “Revitalisasi Peran Guru PAI dalam Membangun Ketahanan Spiritual Siswa Generasi Alpha di Era Digital,” Action Research Journal Indonesia (ARJI), vol. 8, no. 2, hlm. 436–453, 2026, doi: 10.61227/arji.v8i2.727.

N. Najamudin, D. Muliati, A. O. Safitri, dan S. Septiyani, “Paradigma Aqidah Akhlak dalam Meneguhkan Identitas Keislaman Mahasiswa di Era Globalisasi,” Jurnal Budi Pekerti Agama Islam, vol. 3, no. 5, hlm. 204–212, 2025, doi: 10.61132/jbpai.v3i5.1895.

A. Umar, M. Sirozi, dan S. T. Sumanti, “Suksesi Pendidikan Nasional (Analisis Intervensi Politik Pemerintah Provinsi),” Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru, vol. 9, no. 3, hlm. 1965–1972, 2024, doi: 10.51169/ideguru.v9i3.1328.

M. N. Mustafa, I. Karegar, dan K. Khotimah, “Krisis Identitas versus Kebingungan Peran: Analisis Integrasi Biopsikososial Remaja Era Digital,” Jurnal Hasil Penelitian dan Pengembangan (JHPP), vol. 3, no. 4, hlm. 161–170, 2025, Diakses: 30 April 2026. [Daring]. Tersedia pada: https://jurnalcendekia.id/index.php/jhpp/article/view/829

R. Nasir, “Tantangan Penetrasi Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Mendidik Generasi Alpha,” Bincang Sains Dan Teknologi, vol. 3, no. 02, hlm. 44–51, 2024, doi: 10.56741/bst.v3i02.585.

E. Fatiroh dan S. Sukhoiri, “Relevansi Kurikulum Cinta dalam Mengatasi Krisis Moral Peserta Didik,” Irsyaduna: Jurnal Studi Kemahasiswaaan, vol. 5, no. 2, hlm. 474–485, 2025, doi: 10.54437/irsyaduna.v5i3.2878.

J. D. R. Amrullah, F. B. Prasetya, A. S. Rahma, A. D. Setyorini, A. N. Salsabila, dan V. Nuraisyah, “Efektivitas peran kurikulum merdeka terhadap tantangan revolusi industri 4.0 bagi generasi alpha,” Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), vol. 4, no. 4, hlm. 1313–1328, 2024, doi: 10.53299/jppi.v4i4.754.

M. Samsuddin dan H. H. Muaddib, “Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta pada Tingkat Madrasah Ibtidaiyah,” Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan (JKIP), vol. 4, no. 1, hlm. 1–20, 2026, doi: 10.61116/jkip.v4i1.821.

L. Hidayati dan I. Maula, “Peradaban Pesantren Sebagai Model Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta: (Analisis Terhadap Kep. Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 Tentang Panduan Kurikulum Berbasis Cinta),” QALAM: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM, vol. 6, no. 2, hlm. 49–59, 2025, doi: 10.57210/qalam.v6.i02.240.

R. Humayro dan S. Minarti, “Analisis Kebijakan Pendidikan: Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Pada Mata Pelajaran PAI di Madrasah,” Jurnal Teknologi Pendidikan Dan Pembelajaran, vol. 3, no. 4, hlm. 1864–1869, 2026, doi: 10.62379/jtpp.v3i4.1869.

I. B. Maryatun, “Peran Pendidik Paud Dalam Membangun Karakter Anak,” Jurnal Pendidikan Anak, vol. 5, no. 1, hlm. 747–752, 2016, doi: 10.21831/jpa.v5i1.12370.

A. Z. Harahap, “Pentingnya Pendidikan Karakter Bagi Anak Usia Dini,” Jurnal Usia Dini, vol. 7, no. 2, hlm. 49–57, 2021, doi: 10.24114/jud.v7i2.30585.

S. L. Mubasiroh dan N. A. D. Ma’arif, “Peran Pendidikan Agama Islam dalam Menangani Krisis Identitas Generasi Alpha di Era Digital,” IHSANIKA : Jurnal Pendidikan Agama Islam, vol. 2, no. 4, hlm. 378–384, 2024, doi: 10.59841/ihsanika.v2i4.2359.

O. G. Salsabila, N. Maulana, M. R. Syahputra, M. Hasanah, dan I. Hudi, “Pendidikan Kewarganegaraan Pada Generasi Alpha Sebagai Upaya Membangun Kesadaran Kewarganegaraan Yang Berkualitas,” Jurnal Nakula : Pusat Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Ilmu Sosial, vol. 2, no. 3, hlm. 210–220, 2024, doi: 10.61132/nakula.v2i3.788.

A. Bonyadi, “Phenomenology as a research methodology in teaching English as a foreign language,” Asian-Pacific Journal of Second and Foreign Language Education, vol. 8, no. 1, hlm. 11, 2023, doi: 10.1186/s40862-022-00184-z.

Q. Qomaruddin dan H. Sa’diyah, “Kajian teoritis tentang teknik analisis data dalam penelitian kualitatif: Perspektif Spradley, Miles dan Huberman,” Journal of Management, Accounting, and Administration, vol. 1, no. 2, m. 77–84, 2024, doi: 10.52620/jomaa.v1i2.93.

Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2023.

C. McKim, “Meaningful member-checking: A structured approach to member-checking,” American Journal of Qualitative Research, vol. 7, no. 2, hlm. 41–52, 2023, Diakses: 30 April 2026. [Daring]. Tersedia pada: https://www.ajqr.org/article/meaningful-member-checking-a-structured-approach-to-member-checking-12973

R. D. A. Rais dan S. K. Saleh, “Edukasi Pola Asuh Positif bagi Orang Tua dalam Mendukung Tumbuh Kembang Anak di Desa Lenyek,” Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, vol. 2, no. 1, hlm. 225–235, 2026, [Daring]. Tersedia pada: http://indojurnal.com/index.php/aksikita/article/view/2249

A. Wahib, “Integrasi Pendidikan Karakter Berbasis Intelectual, Emotional and Spiritual Quotient dalam Bingkai Pendidikan Islam,” TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam, vol. 16, no. 2, hlm. 479–494, 2021, doi: 10.19105/tjpi.v16i2.4758.

I. Cahaya, R. Asyhar, A. Asrial, dan S. Syaiful, “Analisis Kritis Penerapan Pendidikan Karakter Siswa Terintegrasi Kurikulum Berbasis Cinta dalam Konteks Perkembangan Teknologi Abad 21,” JURNAL PERSPEKTIF PENDIDIKAN, vol. 19, no. 2, hlm. 214–224, 2025, doi: 10.31540/jpp.v19i2.3818.

A. Suwar dan T. Athal, “Analisis Keterasingan Siswa dalam Pembelajaran,” Arini: Jurnal Ilmiah dan Karya Inovasi Guru, vol. 2, no. 1, hlm. 77–98, 2025, doi: 10.71153/arini.v2i1.189.

C. N. R. Mendrofa, E. Kuntarto, dan I. S. Pamela, “Cara Guru Menciptakan Lingkungan Belajar yang Aman, Nyaman, Menyenangkan di Dalam Kelas bagi Siswa Sekolah Dasar,” Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, vol. 10, no. 4, hlm. 233–256, 2025, doi: 10.23969/jp.v10i04.34105.

A. S. Dzulfiqar, “Integrasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Pembelajaran Mendalam dalam Pendidikan Agama Islam: Suatu Studi Literatur,” dalam Proceedings of Annual Islamic Conference for Learning and Management, 2025, hlm. 132–152. doi: 10.15642/AICLeMa.2025.2.132-152.

Similar Articles

<< < 26 27 28 29 30 31 32 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)