Peran Guru dalam Mendukung Perkembangan Emosional Anak Usia Dini dari Keluarga Tidak Utuh

Main Article Content

Ninit Averiana Fahdani
Ni Kadek Aris Rahmadani

Abstract

Perkembangan emosional merupakan aspek penting dalam tumbuh kembang anak usia dini yang dipengaruhi oleh kondisi lingkungan keluarga. Anak usia dini dari keluarga tidak utuh berisiko mengalami hambatan perkembangan emosional sehingga memerlukan dukungan dan pendampingan dari guru di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran guru dalam mendukung perkembangan emosional anak usia 5–6 tahun dari keluarga tidak utuh di TK Pertiwi 49 Kota Semarang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas dua anak usia 5–6 tahun, guru kelas, dan kepala sekolah. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan sebagai pendamping emosional, motivator, konselor, teladan, serta pengganti orang tua melalui pendekatan yang responsif dan empatik. Pendekatan tersebut membantu anak merasa lebih aman, meningkatkan kepercayaan diri, serta mendukung kemampuan regulasi emosi sederhana. Temuan penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan emosional guru menjadi faktor penting dalam mendukung kesejahteraan emosional anak rentan di lembaga PAUD.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Averiana Fahdani, N., & Kadek Aris Rahmadani, N. (2026). Peran Guru dalam Mendukung Perkembangan Emosional Anak Usia Dini dari Keluarga Tidak Utuh. Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(1), 2577–2588. https://doi.org/10.37985/murhum.v7i1.2320
Section
Articles

References

Khairunnisa Nazwa Kamilla et al., “Teori Perkembangan Psikososial Erik Erikson,” Early Child. J., vol. 3, no. 2, hal. 77–87, Des 2022, doi: 10.30872/ecj.v3i2.4835.

E. Nadia, S. Sahara, T. T. M. Sirait, A. Adhila, dan K. Khadijah, “Perkembangan Sosial Emosional pada Anak Usia 5-6 Tahun dan Keterlibatan Orang Tua di TK Harun Ar-Rasyid,” J. Ilm. Res. STUDENT, vol. 2, no. 2, 2025, doi: 10.61722/jirs.v2i2.5614.

W. Eldasari dan R. R. Diana, “Peran Faktor Protektif dari Orang Tua Bercerai terhadap Perkembangan Emosional Anak,” J. Obs. J. Pendidik. Anak Usia Dini, vol. 8, no. 1, hal. 43–50, Mei 2024, doi: 10.31004/obsesi.v8i1.4947.

R. Wulandari, M. Mudjiran, dan Y. Karneli, “Peran Konselor Dalam Konseling Keluarga Terhadap Anak Broken Home,” Risâlah J. Pendidik. Dan Stud. Islam, vol. 11, no. 3, hal. 1092–1099, 2025, [Daring]. Tersedia pada: http://www.jurnal.faiunwir.ac.id/index.php/Jurnal_Risalah/article/view/1461

E. N. Amelia, M. Rahmi, dan L. P. Sari, “Students Perceptions of Service Quality and Promotion of Interest in Using Wadiah Contract in Islamic Banks,” J. Islam. Econ. Soc. Sci., vol. 2, no. 2, hal. 87, Des 2021, doi: 10.22441/jiess.2021.v2i2.003.

A. N. Izzati dan L. Kurniawaty, “Studi Kualitatif Kemandirian Anak Usia Dini Melalui Regulasi Diri,” J. Pendidikan, Sains Dan Teknol., vol. 3, no. 4, hal. 755–760, Okt 2024, doi: 10.47233/jpst.v3i4.2144.

E. Nola, “Waspadai Dampak Broken Home Terhadap Emosional Anak Usia Dini,” J. Jendela Bunda Progr. Stud. PG-PAUD Univ. Muhammadiyah Cirebon, vol. 12, no. 3, hal. 79–88, Des 2024, doi: 10.32534/jjb.v12i3.6585.

A. L. Harianja, R. Siregar, dan J. N. Lubis, “Upaya Meningkatkan Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini melalui Bermain Peran,” J. Obs. J. Pendidik. Anak Usia Dini, vol. 7, no. 4, hal. 4871–4880, Sep 2023, doi: 10.31004/obsesi.v7i4.5159.

Y. Mutiara dan H. Dwistia, “Perkembangan Anak Usia Dini Keluarga Broken Home Secara Emosional,” Pelangi J. Pemikir. dan Penelit. Islam Anak Usia Dini, vol. 7, no. 2, hal. 277–289, Sep 2025, doi: 10.52266/pelangi.v7i2.5145.

R. A. Ningsih, A. Ramadhanisa, A. Hani, dan F. Afriyanti, “Dampak Tekanan Psikologis , Emosional Dan Sosial Bagi Anak Broken Home,” Al-Zayn J. Ilmu Sos. Huk., vol. 4, no. 1, hal. 146–160, 2026, doi: 10.61104/alz.v4i1.2982.

S. Hanifah dan Euis Kurniati, “Eksplorasi Peran Lingkungan dalam Masa Transisi Pendidikan Anak Usia Dini ke Sekolah Dasar,” Kiddo J. Pendidik. Islam Anak Usia Dini, vol. 5, no. 1, hal. 130–142, Feb 2024, doi: 10.19105/kiddo.v5i1.11576.

A. Hafid h, D. Pusparini, dan M. Musayyadah, “Bermain Balok untuk Regulasi Emosi Anak Usia Dini: Peran Pengajaran Emosi oleh Guru,” J. Obs. J. Pendidik. Anak Usia Dini, vol. 10, no. 1, hal. 141–147, Jan 2026, doi: 10.31004/obsesi.v10i1.7504.

T. M. Achenbach, “International findings with the Achenbach System of Empirically Based Assessment (ASEBA): applications to clinical services, research, and training,” Child Adolesc. Psychiatry Ment. Health, vol. 13, no. 1, hal. 30, Des 2019, doi: 10.1186/s13034-019-0291-2.

N. W. I. Palupi, S. R. Ummah, dan P. Larasati, “Konsep dan Praktik Metode Kualitatif untuk Penelitian Sosial,” J. Ris. Sos. Hum. Dan Pendidik., vol. 3, no. 4, 2025, doi: 10.62383/risoma.v3i4.860.

S. Sugiyono, Metodelogi Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif dan R&D. Bandung, 2020.

M. B. Miles, A. M. Huberman, dan Saldana, Qualitative Data Analysis. Thousand Oaks: Sage Publications, 2022. [Daring]. Tersedia pada: https://books.google.co.id/books?id=3CNrUbTu6CsC

M. Susanti, H. Rahmah, dan H. Hikmaturuwaida, “Peran Orang Tua dan Guru terhadap Perkembangan Emosional Anak di Madrasah Ibtidaiyyah,” J. Basicedu, vol. 7, no. 1, hal. 562–571, Feb 2023, doi: 10.31004/basicedu.v7i1.4602.

P. Granqvist et al., “Disorganized attachment in infancy: a review of the phenomenon and its implications for clinicians and policy-makers,” Attach. Hum. Dev., vol. 19, no. 6, hal. 534–558, Nov 2017, doi: 10.1080/14616734.2017.1354040.

A. M. Afifah dan Mintarsih Arbarini, “Peran Pendidik dalam Mengembangkan Keterampilan Emosional Anak Usia Dini : Studi Kasus Kualitatif di PAUD Cahaya Rumah,” J. Obs. J. Pendidik. Anak Usia Dini, vol. 9, no. 5, hal. 1533–1544, Jun 2025, doi: 10.31004/obsesi.v9i5.7052.

J. R. H. Tudge et al., “Still Misused After All These Years? A Reevaluation of the Uses of Bronfenbrenner’s Bioecological Theory of Human Development,” J. Fam. Theory Rev., vol. 8, no. 4, hal. 427–445, Des 2016, doi: 10.1111/jftr.12165.

N. Fahira, M. Habibbi, N. Nurhasanah, dan I. Rachmayani, “Pengaruh Perceraian Terhdap Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia 5-6 Tahun di Desa Pondok Perasi Ampenan Kota Mataram Tahun 2023 (Studi Kasus),” J. Ilm. Profesi Pendidik., vol. 8, no. 4, hal. 2165–2172, Nov 2023, doi: 10.29303/jipp.v8i4.1669.

Y. N. Febianti, “Peningkatan Motivasi Belajar dengan Pemberian Reward and Punishment yang Positif,” Edunomic J. Pendidik. Ekon., vol. 6, no. 2, hal. 93, Okt 2018, doi: 10.33603/ejpe.v6i2.1445.

T. Astari, S. N. Aisyah, dan D. A. Sari, “Tanggapan Guru PAUD Tentang Pemberian Reward dan Pengaruhnya terhadap Motivasi Belajar dan Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini,” JECIES J. Early Child. Islam. Educ. Study, vol. 1, no. 1, 2020, doi: 10.33853/jecies.v1i2.

C. C. A. van Nooijen et al., “A Cognitive Load Theory Approach to Understanding Expert Scaffolding of Visual Problem-Solving Tasks: A Scoping Review,” Educ. Psychol. Rev., vol. 36, no. 1, hal. 12, Mar 2024, doi: 10.1007/s10648-024-09848-3.

R. Y. Y. Lubis, R. Amaliah, F. Asniah, dan M. Marlina, “Implementasi Komunikasi Positif dalam Meningkatkan Belajar Anak Usia Dini,” MUDABBIR J. Res. Educ. Stud., vol. 5, no. 2, hal. 632–641, Jun 2025, doi: 10.56832/mudabbir.v5i2.1206.

S. A. Rahman, S. D. Novianti, S. S. Nabilah, dan I. Najwa, “Peran Guru dalam Perkembangan Sosial dan Emosional Anak TK,” J. Pendidik. Tambusai, vol. 8, no. 3, hal. 51271–51278, 2024, [Daring]. Tersedia pada: https://jptam.org/index.php/jptam/article/view/24052

D. H. Schunk dan M. K. DiBenedetto, “Motivation and social cognitive theory,” Contemp. Educ. Psychol., vol. 60, hal. 101832, Jan 2020, doi: 10.1016/j.cedpsych.2019.101832.

A. Ashar dan R. Idamayanti, “Analisis Perkembangan Emosi Anak : Sintesis Temuan Empiris tentang Peran Guru , Lingkungan , dan Konteks Sosial Budaya,” Aulad J. Early Child., vol. 9, no. 1, hal. 52–60, 2026, doi: 10.31004/aulad.v9i1.1296.

A. Romadhona et al., “Pola Asuh yang Mendukung Kesehatan Mental Anak Usia Dini dalam Menghadapi Stres,” Aulad J. Early Child., vol. 8, no. 3, hal. 1104–1113, Sep 2025, doi: 10.31004/aulad.v8i3.1154.

Z. Maiza dan N. Nurhafizah, “Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru Pendidikan Anak Usia Dini,” J. Obs. J. Pendidik. Anak Usia Dini, vol. 3, no. 2, hal. 356, Jul 2019, doi: 10.31004/obsesi.v3i2.196.

D. L. Bili, “Keterlibatan Orang Tua dalam Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini,” J. Cross Knowl., vol. 1, no. 2, hal. 302–313, 2023, [Daring]. Tersedia pada: https://edujavare.com/index.php/IJCK/article/view/171.

Similar Articles

<< < 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.