Analisis Keterampilan Saintifik Generasi Alpha dalam Pembelajaran IPA Berbasis Pengalaman Ilmiah di Sekolah Dasar

Main Article Content

Iffa Rohana Agustin
Wahono Widodo
Farida Istianah

Abstract

Pembelajaran IPA di sekolah dasar memiliki peran penting dalam membentuk kemampuan berpikir ilmiah peserta didik sejak usia dini. Keterampilan proses sains (KPS) menjadi komponen utama karena siswa tidak hanya dituntut memahami konsep, tetapi juga mampu melakukan proses ilmiah secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil keterampilan proses sains siswa Generasi Alpha sebagai studi pendahuluan di Kecamatan Rungkut, Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain sequential explanatory yang diawali dengan pengumpulan data kuantitatif melalui tes, kemudian dilanjutkan dengan data kualitatif melalui wawancara guru. Subjek penelitian berjumlah 81 siswa kelas V dari tiga sekolah dasar negeri, yaitu X, Y, dan Z. Instrumen penelitian mengacu pada indikator keterampilan proses sains meliputi mengamati, mengelompokkan, mengukur, memprediksi, menyimpulkan, dan mengkomunikasikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan proses sains siswa berada pada kategori sedang dengan kecenderungan lebih tinggi pada indikator mengamati dan mengelompokkan, serta lebih rendah pada indikator menyimpulkan dan mengkomunikasikan. Temuan ini menunjukkan bahwa keterampilan proses sains belum berkembang secara optimal, khususnya pada keterampilan tingkat lebih kompleks. Penelitian ini memberikan gambaran awal kondisi keterampilan proses sains siswa Generasi Alpha serta menjadi dasar bagi penelitian lanjutan dalam pengembangan pembelajaran IPA yang lebih efektif dan kontekstual.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Rohana Agustin, I., Widodo, W., & Istianah, F. (2026). Analisis Keterampilan Saintifik Generasi Alpha dalam Pembelajaran IPA Berbasis Pengalaman Ilmiah di Sekolah Dasar. Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(1), 2400–2415. https://doi.org/10.37985/murhum.v7i1.2279
Section
Articles

References

M. Kusuma, I. Wilujeng, dan P. Susongko, “Challenges for Middle School Science Teachers in Assessing Scientific Inquiry Skills: A Thematic Analysis,” Int. J. STEM Educ. Sustain., vol. 4, no. 1, hal. 97–109, Jan 2024, doi: 10.53889/ijses.v4i1.332.

K. Khairunnisa, R. Sitohang, dan N. Nurmayani, “Application of Higher Order Thinking Skills in Social Education Subject at Elementary School Teacher Education State University of Medan,” in Proceedings of the 4th International Conference on Science Education in The Industrial Revolution 4.0, ICONSEIR 2022, November 24th, 2022, Medan, Indonesia, 2023. doi: 10.4108/eai.24-11-2022.2332578.

C. A. Borja dan J. D. F. Panoy, “Development of Self-Regulated Learning Material (SLM) for Enhancing Students’ Basic Science Process Skills,” Educ. J. Sci. Math. Technol., vol. 10, no. 2, hal. 74–87, Des 2023, doi: 10.37134/ejsmt.vol10.2.9.20.

G. Raslan, “Critical Thinking Skills Profile of High School Students in AP Chemistry Learning,” in Chemistry Education and Sustainability in the Global Age, 2023, hal. 79–96. doi: 10.1007/978-3-031-27462-6_8.

I. A. Libata, M. N. Ali, dan H. N. Ismail, “Fostering science process skills through constructivist-based module among form two students of different cognitive levels,” Contemp. Math. Sci. Educ., vol. 4, no. 1, hal. ep23005, Jan 2023, doi: 10.30935/conmaths/12747.

S. Z. M. Natsir, B. Rubini, D. Ardianto, dan N. Madjid, “Interactive Learning Multimedia: A Shortcut for Boosting Gen-Z’s Digital literacy in Science Classroom,” J. Penelit. Pendidik. IPA, vol. 8, no. 5, hal. 2168–2175, Nov 2022, doi: 10.29303/jppipa.v8i5.1897.

A. Z. Alfaruqi dan N. Nurwahidah, “Reflection on Indonesia’s PISA Scores and the 2024 Madrasah Teacher Competency Assessment Results: Challenges in Enhancing Teacher Competence,” J. Pendidik. IPS, vol. 15, no. 1, hal. 11–19, Feb 2025, doi: 10.37630/jpi.v15i1.2559.

R. S. Halim, S. S. Warhdani, M. U. Genisa, dan M. M. Astriani, “Evaluasi Nilai Literasi dan Numerasi Rapor Pendidikan SMAN 1 Sirah Pulau Padang Tahun 2023 dan 2024,” J. Educ. Dev., vol. 13, no. 1, hal. 649–654, Mei 2025, doi: 10.37081/ed.v13i1.6901.

A. Fathurohman, L. A. Kurdiati, Syarifuddin, E. Susiloningsih, dan R. M. Putri, “New Technology for Teaching and Learning Science for Educators and Students as Support for the Independent Curriculum: Systematic Literature Review,” J. Penelit. Pendidik. IPA, vol. 9, no. 12, hal. 1394–1402, Des 2023, doi: 10.29303/jppipa.v9i12.6136.

I. Maryani, Z. K. Prasetyo, I. Wilujeng, dan S. Purwanti, “Higher-order thinking test of science for college students using multidimensional item response theory analysis,” Pegem J. Educ. Instr., vol. 12, no. 1, Jan 2022, doi: 10.47750/pegegog.12.01.30.

S. Yanti, “Analysis of Learning Natural Sciences through 2013 Curriculum-Based Textbooks with KTSP Patterns in Elementary Schools: Case Study at PTQ Annida Elementary School, Salatiga City.,” Sci. Educ. Appl. J., vol. 5, no. 1, hal. 34, Mar 2023, doi: 10.30736/seaj.v5i1.552.

Y. Angelia, S. Supeno, dan S. Suparti, “Keterampilan Proses Sains Siswa Sekolah Dasar dalam Pembelajaran IPA Menggunakan Model Pembelajaran Inkuiri,” J. Basicedu, vol. 6, no. 5, hal. 8296–8303, Jul 2022, doi: 10.31004/basicedu.v6i5.3692.

E. Aprilia, N. Profithasari, A. Izzatika, dan F. Khairani, “Pengaruh Model Inkuiri Terbimbing terhadap Keterampilan Proses Sains Peserta Didik Sekolah Dasar,” PENDASI (Jurnal Pendidik. Dasar Indones., vol. 10, no. 1, 2026, doi: 10.23887/jurnal_pendas.v10i1.6901.

Hawwin Muzakki, “Teori Belajar Konstruktivisme Ki Hajar Dewantara serta Relevansinya dalam Kurikulum 2013,” Southeast Asian J. Islam. Educ. Manag., vol. 2, no. 2, hal. 261–282, Nov 2021, doi: 10.21154/sajiem.v2i2.64.

M. N. A. Saputro dan P. L. Pakpahan, “Mengukur Keefektifan Teori Konstruktivisme dalam Pembelajaran,” J. Educ. Instr., vol. 4, no. 1, hal. 24–39, Apr 2021, doi: 10.31539/joeai.v4i1.2151.

N. F. Aras, M. Lestari, A. Hidayat, S. Rahayu, dan A. Agus, “Pemahaman Konsep dan Keterampilan Proses Sains Melalui Inkuiri Terbimbing di Sekolah Dasar,” J. Basicedu, vol. 5, no. 2, hal. 943–951, Mar 2021, doi: 10.31004/basicedu.v5i2.850.

A. Wiratman, A. M. Ajiegoena, dan N. Widianti, “Pembelajaran Berbasis Keterampilan Proses Sains: Bagaimana Pengaruhnya terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar?,” Pendas J. Ilm. Pendidik. Dasar, vol. 8, no. 1, hal. 463–472, Mei 2023, doi: 10.23969/jp.v8i1.7274.

M. Maisarah dan C. Prasetya, “Pengaruh Media Digital Terhadap Keterampilan Proses Sains dan Bernalar Kritis di Sekolah Dasar,” J. Basicedu, vol. 7, no. 5, hal. 3118–3130, Nov 2023, doi: 10.31004/basicedu.v7i5.6097.

S. Aisah dan R. R. Agustini, “Pengembangan Instrumen Keterampilan Proses Sains dengan Desain Pembelajaran Berdiferensiasi di Tingkat Sekolah Dasar,” J. Educ. Dev., vol. 12, no. 1, hal. 275–280, Jan 2024, doi: 10.37081/ed.v12i1.5746.

W. Astuti, T. Awalia, U. A. Assalamah, N. Asyiah, dan F. Khotimah, “Analisis Profil Keterampilan Proses Sains Siswa Sekolah Dasar Menggunakan Model Project Based Learning,” J. JENDELA Pendidik., vol. 5, no. 03, hal. 446–453, Agu 2025, doi: 10.57008/jjp.v5i03.1391.

D. Napitupulu, “Kajian Peran Cyber Law Dalam Memperkuat Keamanan Sistem Informasi Nasional,” Deviance J. Kriminologi, vol. 1, no. 1, hal. 100–113, 2017, doi: 10.36080/djk.595.

Similar Articles

<< < 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.